Sekolah Terdampak Bencana Prioritas Program Revitalisasi

  • 16 Maret 2026
  • Berita
  • Kunjungan: 46
Sekolah Terdampak Bencana Prioritas Program Revitalisasi

Pemerintah memiliki perhatian besar pada kondisi sekolah di kawasan terdampak bencana. Oleh karena itu, tak perlu menunggu waktu agar sekolah dapat direhabilitasi. Sekolah diharapkan segera melapor ke Pusat dan memberitahukan kerusakan yang diderita untuk ditindaklanjuti.

“Memang perintah Pak Presiden, pokoknya kalau ada sekolah yang kena bencana tahun ini harus kita selesaikan,” kata Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumat sore (13/3/2026). 

Gogot menyampaikan hal demikian saat memberi sambutan pada acara penutupan kegiatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sekolah Dasar Terdampak Bencana Angkatan 1 Tahap 6 di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta. Hadir dalam acara Direktur Sekolah Dasar Moch. Salim Somad dan Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana dan Tata Kelola Direktorat SD Zimmy Zulkarnaen Iman.

Dengan melaporkan permasalahan sesegera mungkin ke Pusat, tambah Gogot, kerusakan sekolah dapat segera diperbaiki. Murid-murid pun bisa segera mendapatkan pembelajaran yang aman dan nyaman. “Guru-guru pun bisa menjalankan tugasnya dengan nyaman. Apalagi dengan papan interaktif digital, guru-guru bisa berinovasi dan lebih interaktif pembelajarannya sehingga anak-anak lebih betah di kelas,” ujarnya.

Lebih lanjut Gogot mengatakan, dari Januari hingga Maret 2026, telah selesai penandatanganan PKS dengan 1.200 sekolah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Mereka didahulukan karena banyak sekolah yang terdampak bencana sangat parah. Gogot berharap Kepala Sekolah ikut mengawasi pekerjaan revitalisasi sampai selesai meskipun sudah ada konsultan pengawas.     

Sementara Moch. Salim Somad, saat membuka acara, Kamis (12/3/2026), mengatakan sejumlah upaya peningkatan kualitas pendidikan sudah dijalankan oleh Pemerintah. Selain perbaikan sarana-prasarana sekolah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, distribusi papan interaktif digital (PID) melalui Program Digitalisasi Pembelajaran, guru-guru juga dilatih dalam pemanfaatan PID. Beragam fitur dalam PID cukup memberi guru fasilitasi untuk menyelenggarakan pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan. 

“Harapannya dengan demikian dapat mendorong terjadinya pembelajaran yang lebih interaktif dan mendalam, di mana siswa tidak lagi menerima informasi secara pasif, searah,” ujar Salim. “Siswa dapat membangun pemahaman konseptual, berpikir kritis, problem solving, dan mengembangkan kreativitas secara optimal.”

Penandatanganan PKS dilakukan antara Zimmy, mewakili Direktorat SD, dengan kepala sekolah penerima program. Gogot dan Salim turut menyaksikan acara penandatanganan PKS tersebut.* 

 

Penulis: Billy Antoro, Okza 

Editor : Amalia Khairati

 

Aksesibilitas
Ukuran Font
Mode Kontras Tinggi