Dorong Penguatan Ekosistem Pembelajaran Digital di Jenjang Sekolah Dasar, Kemendikdasmen Latih Guru Lewat Program Digitalisasi Pembelajaran.

  • 01 Januari 2026
  • Berita
  • Kunjungan: 594
Dorong Penguatan Ekosistem Pembelajaran Digital di Jenjang Sekolah Dasar, Kemendikdasmen Latih Guru Lewat Program Digitalisasi Pembelajaran.

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Integrasi teknologi dalam pembelajaran menjadi kebutuhan untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, relevan, dan adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Penguatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan perlu didukung oleh kebijakan dan program strategis yang mampu mempersiapkan generasi unggul dan berdaya saing di masa depan.

Pendidikan memegang peran penting dalam proses tersebut. Melalui kebijakan yang responsif terhadap perkembangan teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong integrasi teknologi digital dalam pembelajaran sebagai bagian dari agenda pembangunan pendidikan jangka panjang. Penyediaan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan inklusif membutuhkan partisipasi serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Mulai tahun ajaran 2025/2026, pemerintah memperkuat integrasi teknologi di pendidikan dasar dan menengah melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang revitalisasi satuan pendidikan. Digitalisasi pembelajaran ditetapkan sebagai mandat penting, dengan target kesiapan seluruh satuan pendidikan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, khususnya Papan Interaktif Digital (PID).

 

Persiapan Matang yang Melibatkan Semua Elemen

Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyongsong akhir tahun 2025 dengan berhasil menjalankan berbagai Program Digitalisasi Pembelajaran yang berfokus pada penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, terutama pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), sebagai implementasi dari Inpres No. 7 Tahun 2025.

Penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam mengintegrasikan teknologi pada proses pembelajaran disusun dalam berbagai rangkaian program yang dimulai dengan pelaksanaan Training of Trainer (ToT) pada akhir Agustus 2025 yang menyasar Duta Teknologi Kemendikdasmen, Kepala Sekolah yang tergabung dalam Bergerak Bersama Penggerak Komunitas Belajar Kepala Sekolah (BERGEMA KS), guru terpilih, akademisi dari perguruan tinggi, dan praktisi pendidikan profesional. Kegiatan ini ditujukan untuk melatih calon pendamping dan narasumber yang akan bertugas pada kegiatan Bimbingan Teknis bagi para guru dan Pendamping Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PemanTIK) dari dinas pendidikan yang terpusat di Jakarta dan Surabaya.

Rilis Digitalisasi

 

Kegiatan Training of Trainer diselenggarakan Direktorat Sekolah Dasar agar para calon narasumber program Digitalisasi Pembelajaran memiliki pemahaman dan persepsi yang sama.

 

Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran, Akselerator Daerah untuk Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran

Dalam rentang 17 September-18 Oktober 2025, Direktorat Sekolah Dasar menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran yang menyasar PemanTIK dinas pendidikan dan perwakilan guru dari 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dibagi ke dalam sepuluh angkatan ini diproyeksikan untuk melibatkan 514 PemanTIK dan 1.416 guru. Para peserta mengikuti kelas dengan fokus materi pada kebijakan digitalisasi pembelajaran, praktik langsung penggunaan teknologi terutama pemanfaatan PID dan aplikasi digital sebagai pendukung pembelajaran hingga merancang rencana pembelajaran berbasis digital. 

Tujuan dari berbagai materi yang disampaikan adalah agar para peserta bisa memahami urgensi pembelajaran digital sehingga ketika kembali ke daerahnya masing-masing bisa menjadi akselerator dalam upaya pemerintah dalam membangun pendidikan bermutu untuk semua melalui ekosistem pembelajaran berbasis digital.

Materi bimbingan teknis yang disampaikan juga bertujuan untuk tidak hanya membekali keterampilan teknis bagi para peserta yang terdiri dari guru dan PemanTIK, tetapi juga membangun mindset baru bahwa guru adalah fasilitator pembelajaran digital yang kreatif, bukan hanya sekadar penyampai materi.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Namun, perangkat hanyalah satu sisi. Yang lebih penting adalah transformasi pola pikir: guru harus mampu beradaptasi, mengembangkan literasi digital, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, pada penutupan kegiatan Bimtek Angkatan 2 (20/09) lalu.


 

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto

 

Dari target 1.930 peserta, tercatat sebanyak 1.893 peserta hadir yang terdiri dari 498 PemanTIK dan 1.395 guru jenjang Sekolah Dasar yang dibagi ke dalam pelaksanaan 10 angkatan. Selain menjadi peserta Bimtek dan mengikuti berbagai materi, para peserta juga diwajibkan untuk melakukan pengimbasan ke 10 sekolah di sekitar satuan pendidikan/wilayah kerjanya masing-masing.

 

Peserta Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran mengikuti materi pemanfaatan PID dalam pembelajaran sehingga bisa menjadi akselerator digitalisasi pembelajaran di daerah masing-masing.

 

Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Melalui Pendampingan Daerah

Upaya DIrektorat Sekolah Dasar untuk memperkuat transformasi digital dalam pembelajaran tidak berhenti pada 10 angkatan Bimtek. Agar penguatan kompetensi guru terkait digitalisasi pembelajaran bisa mencakup lebih banyak satuan pendidikan, Direktorat Sekolah Dasar kemudian menyelenggarakan tindak lanjut dalam bentuk Pendampingan Digitalisasi Pembelajaran yang menyasar 120 Kabupaten/Kota di 35 provinsi.

Dengan menargetkan 50 guru di luar peserta Bimtek di setiap daerah sebagai peserta, kegiatan pendampingan ini, diharapkan para peserta akan memiliki pemahaman, keterampilan, dan kesiapan untuk mendukung percepatan digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan.  Sepanjang kegiatan pendampingan para guru tidak hanya dibekali dengan wawasan kebijakan dan strategi implementasi, tetapi juga keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi, mengelola kelas digital, serta merancang rencana pembelajaran berbasis digital dan mengaplikasikan pada kegiatan belajar mengajar, terutama dalam pemanfaatan Papan Interaktif Digital.

Dari proyeksi 6.000 peserta, program pendampingan ini berhasil memberikan pelatihan ke 6.002 peserta dari 120 Kabupaten/Kota di 35 provinsi.

 

Peserta Pendampingan Digitalisasi Pembelajaran di Kabupaten Gresik berbagi praktik baik Bahan Ajar Berbasis Digital

 

Transformasi Sekolah melalui Ekosistem Pembelajaran Digital

Melalui Program Digitalisasi Pembelajaran, Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikdasmen mendorong transformasi sekolah yang tidak hanya berfokus pada pemanfaatan perangkat teknologi, tetapi pada penguatan ekosistem pembelajaran digital yang melibatkan seluruh elemen di satuan pendidikan. Pendekatan ini memastikan digitalisasi pembelajaran berjalan terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.

 

Praktik pemanfaatan PID dalam pembelajaran, siswa mengisi latihan soal dengan kuis interaktif.

Dalam implementasinya, kepala sekolah berperan sebagai penggerak kebijakan dan tata kelola sekolah berbasis digital, guru menjadi aktor utama integrasi teknologi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta tenaga kependidikan mendukung aspek administrasi dan teknis. Peserta didik dan orang tua turut dilibatkan untuk membangun budaya penggunaan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan mendukung tujuan pembelajaran.

Sebagai tindak lanjut program, satuan pendidikan yang telah menerima intervensi didorong untuk menyusun dan menerapkan rencana pembelajaran berbasis digital secara konsisten. Rencana pembelajaran digital diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi diaplikasikan secara nyata dalam pembelajaran serta diperkuat melalui pembiasaan program dan budaya sekolah berbasis digital.


 

Ditulis oleh: Ilham Pamungkas

 

Aksesibilitas
Ukuran Font
Mode Kontras Tinggi