Refleksi Transformasi Direktorat Sekolah Dasar

  • 07 Desember 2022
  • Informasi
  • Kunjungan: 9493
Refleksi Transformasi Direktorat Sekolah Dasar

Refleksi Transformasi Direktorat Sekolah Dasar

Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbudristek menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Kelompok Kerja dengan tema “Refleksi Transformasi Direktorat Sekolah Dasar” yang diselenggarakan di Hotel Seruni Puncak, Bogor pada 5-7 Desember 2022.

Rapat Koordinasi ini diisi berbagai kegiatan yang mendorong kerja sama, kekompakan, inisiatif, kreativitas dan inovasi diantara para anggota Kelompok Kerja di Direktorat Sekolah Dasar. Dilakukan pula refleksi dan penguatan strategi untuk mengoptimalkan kinerja masing-masing kelompok kerja ke depannya.

Dalam kesempatan ini, Direktur Sekolah Dasar, Dr. Muhammad Hasbi memberikan penghargaan kepada enam pegawai berprestasi yang mewakili kelompok kerja masing-masing. Uniknya, pegawai berprestasi ini tidak dipilih berdasarkan penilaian pimpinan, melainkan berdasarkan penilaian para pegawai sendiri.

Metode pemilihannya, setiap anggota kelompok kerja memilih satu nama pegawai yang dinilai memiliki kinerja terbaik di dalam pokjanya, dan satu nama lagi di pokja lain. Hasilnya, terpilih enam orang pegawai dengan kinerja terbaik. Mereka adalah Misyanto (Pokja 1), Lailatul Machfudhotin (Pokja 2), Enfira Yanuaristi (Pokja 3), Lanny Anggraini (Pokja 4), Alhafiza Putra (Pokja 5), Emilia Susanti (Pengelola), Wiryono (Tata Usaha).

Refleksi Transformasi Direktorat Sekolah Dasar

Direktur Sekolah Dasar, Dr. Muhammad Hasbi dalam sambutannya menjelaskan bahwa melakukan transformasi struktur organisasi, transformasi mindset dan transformasi pola kerja bukan hal yang mudah bagi organisasi mana pun. Karena dalam transformasi ini, organisasi melakukan perubahan mendasar dan radikal. Dibutuhkan kesadaran seluruh elemen organisasi, kemauan untuk berubah, upaya keras mewujudkan perubahan, serta proses yang tidak sebentar.

”Dalam lima bulan terakhir, Direktorat Sekolah Dasar beserta direktorat lain di bawah Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah terus berupaya melakukan semua perubahan itu. Tujuannya agar organisasi bisa lebih tahan terhadap disrupsi dan dapat menjawab berbagai tantangan di masa mendatang. Kini hasil dari transformasi tersebut sudah tampak meski belum sempurna,” kata Muhammad Hasbi.

Walaupun hasilnya belum sempurna, apresiasi patut diberikan. Segala upaya yang dilakukan telah menghasilkan perubahan yang signifikan. Sebagai contoh, dengan pola kerja sekarang ini yang dibagi atas kelompok kerja (pokja), ada pembagian tugas dan beban kerja yang merata. Semua pegawai memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai pokjanya. Kolaborasi antar pokja bahkan antar direktorat terjalin dengan baik.

Refleksi Transformasi Direktorat Sekolah Dasar

Sangat wajar kalau dalam sebuah proses transformasi mengalami beberapa ketidaksempurnaan. Sangat wajar kalau ada gesekan-gesekan yang timbul baik antar pokja, antar staf dalam pokja atau mungkin antar direktorat. Dari gesekan-gesekan yang terjadi paling penting adalah mengelola tantangan itu sehingga bisa menjadi sesuatu yang menguntungkan.

”Itulah alasannya mengapa kita harus melakukan perubahan ekosistem dari tingkat yang paling mikro. Saya mendorong seluruh pegawai Direktorat Sekolah Dasar dapat mendiskusikan segala sesuatu mulai dari level yang paling mikro, seperti level sub pokja, karena itu akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Tapi kalau masalah di level sub pokja tidak bisa diselesaikan maka penyelesaiannya dinaikkan satu level yaitu menjadi level pokja. Kalau itu tidak bisa juga maka kita naikkan menjadi level direktorat. Nah, ini sangat penting dilakukan supaya masalah-masalah yang datang akan dapat kita selesaikan secara internal. Dengan demikian, di tahun baru 2023 ini proses transformasi akan berjalan semakin baik lagi. (Hendriyanto)

 

Penulis: Hendriyanto
Editor: Lailatul Machfudhotin

Aksesibilitas
Ukuran Font
Mode Kontras Tinggi