
Program Kampus Mengajar Batch 1 di wilayah 3 T salah satunya adalah Kabupaten Lombok Timur, Kami yang ditugaskan adalah Diah Asih Sukesi dan Dessy Anggarini dari Direktorat Sekolah Dasar. Dr. Samsul selaku Widyaprada dari LPMP ikut mendampingi kami.
Program Kampus mengajar ini adalah salah satu kebijakan Kampus merdeka di mana Mahasiswa yang memiliki IP skala 3 s.d 4 bisa mengikuti program ini dan Universitasnya terdata di Kemendikbudristek dikti.
Para mahasiswa ini selain mendapatkan pembebasan biaya kuliah satu semester, mereka juga mendapatkan uang saku per bulan @700.000. Selain itu, ada beberapa jurusan yang bisa melakukan konversi mata kuliah setara 12 SKS.
Pelaksanaan tugas pendampingan tanggal 21 Juni s.d 25 Juni tahun 2021 agendanya meliputi:

Pendapat para mahasiswa, salah satunya dari Rifki. Dia sangat bangga menjadi bagian dari pelaksanaan Kampus Merdeka yang salah satu programnya adalah mengajar di Sekolah Dasar. Artinya Rifki bisa mengoptimalkan materi yang ada di tempat perkualiahan untuk diterapkan di dunia kerja. Saran Rifki seharusnya uang yang diperuntukkan para mahasiswa diserahkan untuk menggaji para guru honorer yang sangat membutuhkan. “Kami diberikan kesempatan untuk belajar dan berbakti di Sd dimana dulu kami pernah belajar di sana,” ujarnya.
Aktualisasi diri bahwa dunia kampus berbeda dengan dunia nyata yaitu banyak tantangan dan inovasi yang harus dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Bagaimana inovasi yang dilakukan dalam praktik baik selama pelaksanaan Program Kampus Mengajar yang dilakukan oleh Para Mahasiswa?
Rifki melakukan pembelajaran Bahasa Inggris dan matematika dengan cara menyenangkan dan lebih menggunakan media yang mudah dipahami anak-anak.
Ada salah satu mahasiswa yang melakukan identifikasi siswa yang memiliki kecenderungan slow learner dan identifikasi yang dilakukan adalah kelas rendah, kebetulan mahasiswa yang bertugas di sana adalah mahasiswa psikhologi.
Tetapi ada juga salah satu mahasiswa yang merasa bosan karena tidak memiliki program kerja yang jelas ketika mengajar di salah satu SD. Setelah dikonfirmasi belum dilakukan koordinasi yang optimal antara Dosen pendamping, Kepala Sekolah dan guru terkait, tetapi alhamdulillah mahasiswa tersebut mulai memahami tugas yang seharusnya dilakukan.
Ada inovasi yang dilakukan salah satu mahasiswi yang bertugas di Desa Lowok Timur. Di desa tersebut ada kerajinan dari bambu dan mahasiswa tersebut mengintegrasikan pembelajaran matematika dari pola anyaman, pembelajaran sains tentang bambu dan tempat habitatnya; Bermain engrang dan ini dikaitkan dengan PJOK, para peserta didik juga dikenalkan bahwa dari produk bambu itu bisa dilakukan penjualan. Dan di masa pandemi ini penjualan digital lebih diminati. Dari sini anak-anak dikenalkan dengan dunia wirausaha.
Ada lagi salah satu mahasiswa yang melakukan pembelajaran membaca dengan menggunakan membaca buku cerita dan menggunakan video.
Ada salah satu Mahasiwa yang bernama Khalimi. Dia bertiga bersama mahasiswa lainnya melakukan beberapa program selama 3 bulan mengabdi di SD Islam Plus Al Amin antara lain:
a. BLUSUKAN SCHOOL yaitu mengidentifikasi pola pembelajaran di era pandemi. Ternyata setelah belajar banyak anak-anak yang kecanduan games. Akhirnya karena di sana di wilayah 3 T dan banyak anak-anak dan orang tua yang tidak memiliki hape, sekolah membuka pembelajaran tatap muka terbatas dan terjadual;
b. PEMBELAJARAN SECARA PAKEM, yaitu pembelajaran aman, nyaman dan menyenangkan. Tema yang diambil adalah rotasi bumi. Anak-anak dikenalkan dampak dari rotasi adalah terjadinya siang dan malam, terjadinya perbedaan waktu di belahan dunia dan tempat di Indonesia;
c. BELAJAR BERSAMA ALAM. Sesuai tema pada jadual hari itu, siswa mengidentifikasi tanaman yang ada di sekitar. Kemudian masing-masing diberikan kesempayan untuk mendeskripsikan dan mempresentasikan apa yang berhasil mereka amati. Bisa lisan, gambar dan bercerita atau membuat poster;
d. DUTA COVID 19. Ya, mereka juga menjadi duta covid 19, yaitu bagaimana menerapkan prokes yang benar dari mengukur suhu tubuh, mencuci tangan yang tepat dengan sabun, menggunakan masker, menjaga jarak, memjaga kebugaran dan makan-makanan yang bergizi agar imunitas meninggi;
e. SABTU SEHAT. Ini salah satu tips menjaga kebugaran para peserta didik. Selain itu, siswa juga diharapkan untuk mendekorasi kelas agar anak-anak punya inspirasi dan inovasi serta tidak bosan jika harus belajar di kelas karena kelas dihias oleh karya mereka ;
f. Adaptasi teknolog. (Penataan administrasi sekolah, hingga membuat paparan menarik dengan menggunakan power point hingga pembuatan video kegiatan pembelajaran anak.
Praktik baik yang dilakukan Sofia di SDN Islam Sukaraja antara lain: a.Melakukan sesuai dengan kegiatan yang ada di sekolah tetapi dengan metide pembelajaran yang menyenangkan dan banyak melakukan pembelajaran di luar kelas. b. Jadwal Senin apel bendera dan setiap selasa s.d kamis (pembacaan Alquran disertai dengan pembelajaran umum); c. Untuk menumbuhkan minat baca setiap sabtu dibacakan 1 buku ;d. Membantu administrasi sekolah berbasis digital; d. Untuk kebugaran siswa, mereka juga melakukan clasmeting. Jenis lombanya antara lain tarik tambang, makan kerupuk dan memasukkan paku.
Praktik baik yang disampaikan Windi Aulia SDN 4 Senyiur antara lain a. Pembelajaran yang menyenangkan; b. Sebelum memulai pelajaran tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku yaitu mengukur suhu, mencuci tangan dan memakai masker atau menggunakan face shield; c. Mengajar kelas-kelas ketika ada guru yang berhalangan hadir antara lain kelas 2, 4 dan kelas 6; d. Mengajar anak-anak lagu nasional; e. Pembelajaran Bahasa Inggris dan ini dilakukan di jenjang Sekolah Dasar di kelas 6 agar anak-anak sudah mengenal bahasa inggris dasar sebelum masuk SMP; f. Membantu administrasi sekolah.
Inovasi yang dilakukan salah satu mahasiswi yaitu Dini Sapradina yang bertugas di SDIT Darut Tauhid di Kecamatan Sembalun. Karena perpustakaannya runtuh pasca gempa, maka mahasiswi ini membuat perpustakaan digital dengan menggunakan aplikasi google form.

Bapak Assad selaku sekretaris Dinas Pendidikan Kab Lombok Timur sangat berterima kasih diikutsertakan dalam kegiatan Program Kampus Mengajar sehingga para guru di wilayah ini mendapatkan pencerahan di bidang digital serta metode pembelajaran yang menyenangkan. Harapan beliau, saat ada program lagi untuk batch 2, wilayah Kabupaten Lombok Timur diikutsertakan.
Bapak Samsul dari LPMP, bangga ikut mendampingi pelaksanaan Program Kampus Mengajar dan bangga juga dengan hasil praktik baik dan inovasi para mahasiswa. Harapannya, semoga menjadi catatan amal kebaikan. Pesan dia, meski program ini sudah selesai silaturahmi tetap terjaga untuk peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah Kabupaten Lombok Timur khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya. Dia berharap karya para mahasiswa ini menjadi best praktis yang bisa dijadikan tulisan ilmiah dan bisa menjadi kredit point bagi mahaaiswa dan seluruh warga sekolah khususnya guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan beliau juga akan mendampingi penulisan ilmiah tersebut.
Kepala Sekolah awalnya tidak mengerti kemudian searching di google. Kedatangan mahasiswa ini dianggap membantu kinerja sekolah. Pada akhirnya mereka bahu membahu untuk melancarkan program ini dan berharap para mahasiswa ini tetap hadir untuk peningkatan kualitas mutu pendidikan.
Ada beberapa guru dan pengawas yang menyatakan bahwa program ini kurang dilakukan sosialisasi. Masukan yang diberikan, pada saat penempatan mahasiswa dilakukan sosialisasi apa yang akan dilakukan para mahasiswa di SD tersebut.
Bagaimana inovasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan setempat untuk peningkatan kualitas SDM di wilayahnya?
Kabupaten Lombok Timur mulai membangun Kampung Inggris di wilayah Tete Batu Kabupaten Lombok Timur. Lokasinya dekat dengan wilayah wisata dan sudah dilakukan uji coba jenjang SMP. Setelah beberapa bulan mondok di Kampus Inggris, kemampuan Bahasa Inggris mereka luar biasa. Menurut Bapak Achmad Dewanto Hadi, ST, MM selaku Kadisdik Kab. LOMBOK TIMUR, SDM yang menguasai Bahasa Inggris diharapkan dapat menguasai dunia.
Harapan terhadap pelaksanaan Kampus Mengajar
Harapannya program Kampus mengajar ini bisa dilanjutkan karena memberikan dampak baik bagi mahasiswa, Kepala Sekolah, Pemda dan para guru serta pengawas dan peserta didik.
Harapan mahasiswa, pelaksanaan kampus mengajar ini bisa dikonversi ke dalam mata kuliah. Tidak hanya jurusan pendidikan saja karena ada beberapa mahasiawa yang jurusan teknik, IT dan psikologi, jarang yang dari jurusan pendidikan.
Selama pelaksanaan Pendampingan Program Kampus Mengajar para mahasiswa, Pengawas dan Kepala Sekolah serta guru mendengarkan materi dengan antusias dan mengucapkan terimakasih karena diberikan kesempatan untuk menceritakan best practice atau praktik baik selama 3 bulan ini. (Diah Asih Sukesi)
