Salah satu hal paling krusial yang harus segera diselesaikan setelah pelaksanaan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) adalah persoalan guru dan kehidupannya. Menurut Albert Yoku, Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang dinaungi langsung oleh Wakil Presiden, gurulah yang menentukan anak Indonesia menjadi cerdas. Uang banyak dan sarana-prasarana lengkap terasa tidak berguna jika gurunya tidak berkualitas.
“Kita harus memberi perhatian serius kepada guru,” tegas Albert usai mengikuti penutupan Konsolnas di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen Depok, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026). Perhatian tersebut, tambah Albert, berupa kesejahteraan dan kompetensi.
Albert membandingkan kondisi Papua. Menurutnya, SDM guru dan sarana-prasarana pendidikan di sana banyak yang perlu dibenahi. Kolaborasi dan integrasi Pusat dan Daerah harus lebih dimantapkan.
“Kebijakan-kebijakan yang riil dari program dan anggaran oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah juga harus terimplementasi dalam APBD dan penganggaran di daerah,” ujarnya.
Albert menilai Konsolnas telah optimal membahas program prioritas Presiden Prabowo Subianto pada Asta Cita nomor 4 tentang revitalisasi pendidikan. Program dan rencana aksi berupa revitalisasi satuan pendidikan, kurikulum, sumber daya guru, dan sarana-prasarana juga telah didiskusikan dengan baik melalui siding-sidang Komisi.*
Penulis : Billy Antoro
Editor : Amalia Khairati