Jakarta—Direktorat Sekolah Dasar (SD) menyelenggarakan Training of Trainers Narasumber Pembekalan Alumni Pejuang Digital. Acara digelar di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta, Minggu-Selasa (8—10/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka dukungan terhadap kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam percepatan digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan.
Hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya; Kepala Divisi Pengelolaan Alumni LPDP Kementerian Keuangan Juni Dearmanita Damanik, dan Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian Direktorat SD Lanny Anggraini. Peserta ToT berjumlah 150 orang alumni LPDP.
Dalam sambutannya, Adhitya bercerita tentang Baharuddin Jusuf Habibie, presiden ke-3 Indonesia, yang merupakan kakek dari istrinya. Habibie, kata Adhitya, sering meluangkan waktu dengan membaca buku di luar bidang keahliannya untuk memperkaya wawasan. Kebiasaan itu didapatkan dari gurunya. “Sosok guru sangat mulia karena mampu menumbuhkan hal-hal positif pada muridnya,” katanya.
Hal serupa dapat dilakukan oleh para alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Mereka dapat menjadi guru mendampingi murid-murid. “Manfaatnya tidak hanya dirasakan di daerah penugasan tetapI juga bagi diri mereka sendiri,” ucap Adhitya.
Sementara Juni berharap penerjunan pejuang digital di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah khusus berjalan lancar. “Sehingga kita memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa dan memberikan dampak yang nyata di berbagai daerah di Indonesia,” ucapnya.
Diterjunkan ke Wilayah 3T dan Wilayah Khusus
Peserta dibagi ke dalam dua kelas. Kelas A mendapatkan materi tentang Resiliensi dan Pola Pikir Bertumbuh, Fasilitasi Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogi), Konsep Dasar Pedagogik, Pengambilan Keputusan Pedagogik Berbasis Digital, Pembelajaran Mendalam, Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) untuk Pembelajaran, Inspirasi Bahan Ajar Digital Interaktif, Pengembangan dan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif.
Sedangkan Kelas B mendapatkan materi mengenai Perencanaan Pembelajaran Digital, Strategi Pengelolaan Kelas, Matematika GEMBIRA, Penguatan Literasi Digital di Satuan Pendidikan, Komunikasi dan Adaptasi Budaya, Pola Pikir Berbasis Aset, Microteaching, Refleksi Pembekalan, Rencana Tindak Lanjut, Team Building. Masing-masing peserta mengikuti 15,5 Jam Pembelajaran.
Kegiatan pembekalan bertujuan meningkatkan kompetensi fasilitasi dan teknik penyampaian materi peserta. Mereka pun disiapkan agar mampu menyampaikan materi secara efektif dan partisipatif.
Setelah mengikuti pembekalan, peserta akan diterjunkan ke 150 SD yang tersebar di empat kabupaten yaitu Sumedang, Halmahera Utara, Kupang, dan Merauke. Sekolah yang menjadi sasaran pendampingan, selain berada di wilayah 3T dan Wilayah Khusus, juga yang sudah menerima PID dan tingkat literasi dan numerasinya rendah berdasarkan hasil Asesmen Nasional tahun 2024. Setiap peserta akan mendampingi satu sekolah selama tiga bulan.
Fokus pendampingan terkait pemanfaatan perangkat teknologi dan PID, penggunaan bahan ajar digital, penerapan pembelajaran interaktif, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan manajerial sekolah. Dengan begitu diharapkan di sekolah terjadi transformasi dari pembelajaran konvensional menuju ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan.
Alumni LPDP hadir bukan untuk menggantikan guru. Mereka menjadi teman belajar digital, mendampingi dan memfasilitasi guru dalam menguasai teknologi dan strategi pembelajaran berbasis digital, dan berkolaborasi menciptakan inovasi dan variasi metode pembelajaran digital yang efektif dan menarik.*
Penulis: Billy Antoro, Ghefira Zahra
Editor : Amalia Khairati