Guna memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG), peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat dibutuhkan. Sejak awal keberadaannya, UKS bertujuan meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan warga sekolah. Dengan begitu dapat mendukung prestasi belajar murid dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
“Dengan memperkuat peran Tim UKS dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kesehatan di sekolah, diharapkan implementasi MBG dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkap Abdul Halim Muharram, Widyaprada Ahli Utama, membacakan sambutan Direktur Sekolah Dasar Moch. Salim Somad pada acara pembukaan Bimbingan Teknis Penguatan Peran UKS dalam Mendukung Program MBG di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/10/2025).
Menurut Salim, UKS tidak sekadar pelengkap kegiatan sekolah. UKS menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan budaya hidup sehat, membangun kesadaran kolektif, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, bahagia, dan produktif bagi seluruh warga sekolah. Dalam konteks itulah peran UKS perlu ditingkatkan sehingga mendukung Program MBG.

Penguatan UKS melalui kegiatan Bimtek bertujuan meningkatkan pemahaman Tim Pembina dan Tim Pelaksana UKS tentang kebijakan dan program UKS. Kedua, meningkatkan pengetahuan Tim Pembina dan Tim Pelaksana UKS tentang penyelenggaraan dan tata kelola UKS di satuan pendidikan. “Ketiga, meningkatkan optimalisasi UKS untuk mendukung program prioritas pemerintah dengan mendiskusikan rencana implementasi UKS di satuan pendidikan,” kata Salim.
Acara Bimtek digelar dua hari, 28—29 Oktober 2025, dengan melibatkan kepala sekolah dan guru PAUD, SD, SMP, dan SMA di Kota Makassar selaku Tim Pelaksana UKS. Peserta juga berasal dari perwakilan BBPMP, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota, serta Dinas Kesehatan. Sementara narasumbernya berasal dari unsur Dinas Kesehatan Kota Makassar, Tim Pembina UKS Provinsi Sulawesi Selatan, KPPG/SPPG Kota Makassar, BBPOM Makassar, Tim Prioritas 5 dan 6 Kemendikdasmen, UNICEF, dan Kepala Sekolah Dasar yang memiliki praktik baik dalam implementasi program MBG.* (Billy Antoro)