Buka Konsolnas, Mendikdasmen Perluas G7KAIH

  • 10 Februari 2026
  • Berita
  • Kunjungan: 23
Buka Konsolnas, Mendikdasmen Perluas G7KAIH

Pengembangan kompetensi anak tidak boleh hanya dilakukan pada sisi akademiknya saja, tetapi juga karakternya. Maka, mulai 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan kebijakan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Kebiasaan itu yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Demikian disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat memberi sambutan pada Pembukaan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen di Depok, Jawa Barat, Senin siang (9/2/2026). Menurut Mu’ti, kebiasaan sederhana, jika dilakukan secara terus-menerus, akan mampu membawa anak-anak Indonesia menjadi anak-anak hebat di masa yang akan datang. 

“Kami akan terus melakukan upaya perluasan penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat demi mencetak profil peserta didik yang berkarakter, berintegritas, tangguh, sehat, dan kreatif untuk menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya. Hingga tahun ini, tambahnya, telah tercatat 170.870 satuan pendidikan yang telah berpartisipasi dalam gerakan ini. 

Untuk mendukung upaya tersebut agar lebih berdaya, Mu’ti menerbitkan Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman. “Dari upaya itu diharapkan sekolah dapat menjadi ekosistem tumbuhnya generasi emas Indonesia yang gembira dan bersemangat menuntut ilmu, saling mendukung satu sama lain, tidak menyakiti, dan rukun dengan teman,” tegasnya. Dalam kesempatan itu ia juga menyebutkan sejumlah pencapaian mulai dari program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, hingga pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. 

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Saufudian mengatakan bahwa DPR RI tengah menyusun revisi Undang-Undang Nomor 20  Tahun 20203 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Masih banyak pekerjaan rumah di dalam pendidikan, katanya, yang perku dibenahi.

“Kami memandang perlu adanya restrukturisasi kewenangan dalam berbagai pelaksanaan giat pendidikan termasuk di dalam tata kelola guru,” ucap Hetifah. Ia berharap tenaga ahli yang diikutsertakannya dalam berbagai diskusi kelompok di Konsolnas Dikdasmen dapat menyerap beragam informasi terbaru dan memberikan masukan kepada DPR.

Hetifah mengharapkan dukungan para hadirin dalam mengawasi kinerja DPR yang tengah mengupayakan alokasi anggaran 20% dari APBN dan APBD untuk benar-benar digunakan untuk sektor pendidikan.

“Kita menyadari bahwa tanggung jawab untuk merumuskan kebijakan, menyediakan anggaran, termasuk juga membangun infrastruktur pendidikan tidak akan tercapai tanpa kesertaan kita semua sebagai bagian dari elemen bangsa,” jelas Hetifah.

Sementara Pratikno menyampaikan keprihatinannya mengenai kesehatan mental di kalangan peserta didik. Ia menyorot kasus kematian anak kelas 4 SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Untuk mengentaskannya, ia mengajak Kepala Dinas Pendidikan mendorong masyarakat dan orang tua untuk menjadi bagian penting dari pendidikan.

“Oleh karena itu, Bapak-Ibu Kepala Dinas titip menjadi orkestrator dalam menguatkan masyarakat dan keluarga sebagai bagian dari pendidikan,” jelasnya.

Praktikno juga menyatakan dukungannya kepada program digitalisasi dan kecerdasan buatan. Pada Juli 2025, tambahnya, Kemenko PMK bekerja sama dengan Gramedia menerbitkan buku Bijak dan Cerdas AI. Menindaklanjuti keseriusan itu, Kemenko PMK akan meluncurkan platform pembelajaran bagi anak, guru, dan orang tua. “Besok kami akan launching. Nanti Bapak-Ibu bisa menggunakan MOOC ini jadi platform pembelajaran yang terbuka untuk umum,” ujarnya. 

Acara Pembukaan Konsolnas Dikdasmen 2026 dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kemendikdasmen, Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, perwakilan Kementerian/Lembaga, Kepala Unit Pelaksana Teknis, Kepala Dinas Pendidikan, mitra pembangunan, dan lembaga swadaya masyarakat. Acara selama tiga hari ini diisi dengan paparan kementerian/lembaga, diskusi panel, dan Pameran Pendidikan.*



 

Penulis: Billy Antoro

Editor : Amalia Khairati  

Aksesibilitas
Ukuran Font
Mode Kontras Tinggi